Global Warming atau Gombal Warning

Global Warming atau Gombal Warning

Sumber gambar http://vocalminority.typepad.com/.a/6a00e54f8c22b78834012876c85962970c-popup

Kalau repot dan tidak mudeng bahasa Inggris, biarkan saya membantu meski terjemahanya pas-pasan baget:

Gambar 1

Tanya: Tuan Gore bagaimana respon anda terhadap kritik yang mengatakan bahwa satu dasawarsa temperature glabal meningkat dan catatan temperature cuaca dingin selama lebih dari dua tahun menunjukan hal yang bertolak belakang dengan [teori] global warming [pemanasan global]

Gambar 2

Jawab: Itu semua hanya variasi perubahan cuaca. Ga perlu dirisaukan.

Gambar 3

Jawab [lanjutan]: Berhentilah menggunakan akal sehat, logika, pemberian alasan! Pemalsuan data model komputer yang salah program dan tipuan permainan kami yang tidak memuaskan semuanya adalah bukti yang harus kamu telan! Kamu harus terima segala yang kami katakan tanpa ngeluh! Debat usai!

Gambar 4

Tanya: Debat usai? Anda tidak pernah punya nyali untuk berdebat di depan masalah gombal global warming. Pengecut.

  1. A. Gombal Warning yang anda harus ketahui [oleh mereka khusus untuk anda]

Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Penyebab pemanasan global

–         Efek rumah kaca

–         Efek umpan balik

–         Variasi Matahari

–         Peternakan (konsumsi daging)

Dampak pemanasan global

–          Iklim Mulai Tidak Stabil

–         Peningkatan permukaan laut

–         Suhu global cenderung meningkat

–         Gangguan ekologis

–         Dampak sosial dan politik

Pengendalian pemanasan global

–         Menghilangkan karbon

–         Persetujuan internasional

Sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global

  1. B. Global warming yang mereka tidak ingin anda ketahui [karena menguntungkan kami]

Sumber: GlobalWarmingHoax.com

Sebuah Review “Penipuan Global Warning si Hebat”

[A Review Of ‘The Great Global Warming Swindle’ By S. Fred Singer, (Atmospheric Physicist)

March 19, 2007]

[perhatian, saya menggunakan Googletranslate, mohon maaf kalau terjemahanya “kacau”. jadi lebih baik baca artikel aselinya]

Argumen ilmiah yang disajikan dalam The Great Global Warming Swindle dapat dinyatakan dengan singkat:

1. Tidak ada bukti bahwa pemanasan saat ini disebabkan oleh naiknya gas rumah kaca dari aktivitas manusia. Catatan inti es dari 650.000 tahun terakhir menunjukkan bahwa peningkatan suhu telah mendahului-bukan hasil dari-peningkatan CO2 oleh ratusan tahun, menunjukkan bahwa pemanasan di lautan merupakan sumber penting peningkatan CO2 atmosfer. Sebagai gas rumah kaca yang dominan, uap air jauh, jauh lebih penting daripada CO2. Mengerikan pemanasan prediksi masa depan hampir seluruhnya didasarkan pada model-model iklim komputer, tetapi model ini tidak secara akurat memahami peran atau uap air-dan, dalam hal apapun, uap air tidak berada dalam kendali kita. Plus, model komputer tidak dapat menjelaskan pendinginan yang diamati sebagian besar dari abad lalu (1940-75), maupun untuk pola-pola yang diamati pemanasan-apa yang kita sebut “sidik jari.” Sebagai contoh, Antartika mendingin sementara model-model prediksi pemanasan. Dan di mana model-model panggilan untuk tengah untuk menghangatkan suasana lebih cepat daripada permukaan, pengamatan menunjukkan sebaliknya.

Bukti yang mendukung yang terbaik penyebab alami fluktuasi suhu adalah perubahan dalam keadaan mendung, yang sangat sesuai dengan variasi biasa dalam aktivitas matahari. Pemanasan saat ini mungkin bagian dari siklus alami iklim pemanasan dan pendinginan yang telah ditelusuri kembali hampir satu juta tahun. Itu account untuk Medieval Warm Period sekitar 1100 Masehi, ketika menetap Viking Greenland dan tumbuh tanaman, dan Little Ice Age, dari sekitar 1400-1850 Masehi, yang membawa musim dingin yang parah dan dingin musim panas ke Eropa, dengan gagal panen, kelaparan, penyakit , dan kesengsaraan umum. Upaya-upaya telah dilakukan untuk mengklaim bahwa pemanasan saat ini adalah “biasa” menggunakan analisis palsu cincin pohon dan data proxy. Advokat telah berusaha untuk menyangkal keberadaan perubahan iklim bersejarah ini dan menyatakan bahwa pemanasan saat ini adalah “biasa” dengan menggunakan analisis palsu cincin pohon dan data proxy lain, sehingga terkenal “hoki-stick” suhu grafik. Tongkat hoki-grafik kini sudah benar-benar didiskreditkan.

2. Jika penyebab pemanasan sebagian besar alam, maka ada yang bisa kita lakukan. Kita tidak dapat mengendalikan matahari tidak tetap, kemungkinan sebagian besar asal variabilitas iklim. Tak satu pun dari skema bagi pengurangan gas rumah kaca saat ini bandied tentang akan melakukan apa pun baik; mereka semua tidak relevan, tidak berguna, dan liar mahal:

• Kontrol emisi CO2, apakah dengan penjatahan atau topi rumit-dan-skema perdagangan

• ekonomis “alternatif” energi, seperti etanol dan tidak praktis “ekonomi hidrogen”

• Massive instalasi turbin angin dan surya kolektor

• Usulan proyek untuk karantina CO2 dari cerobong asap atau bahkan dari suasana

Ironisnya, bahkan jika CO2 bertanggung jawab atas pemanasan mengamati tren, semua skema ini tidak akan efektif-kecuali kalau kita dapat membujuk setiap bangsa, termasuk Cina, untuk memangkas penggunaan bahan bakar hingga 80 persen!

3. Akhirnya, tak seorang pun dapat menunjukkan bahwa iklim yang hangat akan menghasilkan dampak negatif secara keseluruhan. Yang banyak ditakuti kenaikan permukaan air laut tampaknya tidak tergantung pada jangka pendek perubahan suhu, sebagai tingkat kenaikan permukaan laut telah stabil sejak zaman es terakhir, 10.000 tahun yang lalu. Bahkan, banyak ekonom berpendapat bahwa lawan lebih mungkin-bahwa pemanasan menghasilkan keuntungan bersih, sehingga meningkatkan pendapatan dan standar hidup. Mengapa kita berasumsi bahwa iklim yang sekarang adalah optimal? Tentu, peluang ini harus makin kecil, dan sejarah ekonomi masa lalu warmings iklim beruang ini.

Namun pesan utama dari The Great Global Warming Swindle jauh lebih luas. Mengapa kita harus mencurahkan sumber daya yang langka untuk kami apa yang pada dasarnya non-masalah, dan mengabaikan masalah-masalah nyata wajah-wajah dunia: kelaparan, penyakit, penolakan terhadap hak asasi manusia-belum lagi ancaman terorisme dan perang nuklir? Dan apakah kita benar-benar siap menghadapi bencana alam; pandemik yang dapat menghapus sebagian besar umat manusia, atau bahkan dampak asteroid, seperti yang menyapu habis dinosaurus? Namun, politisi dan kaum elit di seluruh dunia banyak lebih memilih untuk menyia-nyiakan sumber daya kita yang terbatas untuk masalah modis, daripada berkonsentrasi pada masalah-masalah nyata. Hanya mempertimbangkan prediksi menakutkan yang berasal dari tokoh-tokoh dunia yang seharusnya bertanggung jawab: kepala ilmuwan Britania Raya mengatakan kepada kita bahwa jika kita melindungi rumah-rumah kami dan menggunakan bola lampu yang lebih efisien, Antartika akan menjadi satu-satunya dihuni benua pada tahun 2100, dengan beberapa pasangan yang masih hidup berkembang biak mempropagandakan ras manusia. Serius!

Saya membayangkan bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama semua hype akan mereda, terutama jika iklim harus memutuskan untuk keren-seperti yang terjadi selama banyak abad yang lalu, kita harus mencatat di sini bahwa hal itu tidak hangat sejak 1998 . Generasi masa depan akan melihat kembali pada kegilaan saat ini dan bertanya-tanya apa semua itu. Mereka akan memiliki film seperti An Inconvenient Truth dan dokumenter seperti The Great Global Warming Swindle untuk mengingatkan mereka.

100 ALASAN LOGIS

Berikut adalah 100 alasan kenapa perubahan cuaca bersifat alamiah [sayang anda harus terjemahkan dan pahami sendiri]

CLIMATE CHANGE IS NATURAL: 100 REASONS WHY

sumber http://globalwarminghoax.wordpress.com/2009/12/15/climate-change-is-natural-100-reasons-why/

Climate change campaigners: 100 reasons why climate change is natural and not man-made

Tuesday December 15,2009

HERE are the 100 reasons, released in a dossier issued by the European Foundation, why climate change is natural and not man-made:

1) There is “no real scientific proof” that the current warming is caused by the rise of greenhouse gases from man’s activity.

2) Man-made carbon dioxide emissions throughout human history constitute less than 0.00022 percent of the total naturally emitted from the mantle of the earth during geological history.

3) Warmer periods of the Earth’s history came around 800 years before rises in CO2 levels.

4) After World War II, there was a huge surge in recorded CO2 emissions but global temperatures fell for four decades after 1940.

5) Throughout the Earth’s history, temperatures have often been warmer than now and CO2 levels have often been higher – more than ten times as high.

6) Significant changes in climate have continually occurred throughout geologic time.

7) The 0.7C increase in the average global temperature over the last hundred years is entirely consistent with well-established, long-term, natural climate trend

The IPCC theory is driven by just 60 scientists and favourable reviewers not the 4,000 usually cited.

9) Leaked e-mails from British climate scientists – in a scandal known as “Climate-gate” – suggest that that has been manipulated to exaggerate global warming

10) A large body of scientific research suggests that the sun is responsible for the greater share of climate change during the past hundred years.

11) Politicians and activiists claim rising sea levels are a direct cause of global warming but sea levels rates have been increasing steadily since the last ice age 10,000 ago

12) Philip Stott, Emeritus Professor of Biogeography at the School of Oriental and African Studies in London says climate change is too complicated to be caused by just one factor, whether CO2 or clouds

13) Peter Lilley MP said last month that “fewer people in Britain than in any other country believe in the importance of global warming. That is despite the fact that our Government and our political class—predominantly—are more committed to it than their counterparts in any other country in the world”.

14) In pursuit of the global warming rhetoric, wind farms will do very little to nothing to reduce CO2 emissions

15) Professor Plimer, Professor of Geology and Earth Sciences at the University of Adelaide, stated that the idea of taking a single trace gas in the atmosphere, accusing it and finding it guilty of total responsibility for climate change, is an “absurdity”

16) A Harvard University astrophysicist and geophysicist, Willie Soon, said he is “embarrassed and puzzled” by the shallow science in papers that support the proposition that the earth faces a climate crisis caused by global warming.

17) The science of what determines the earth’s temperature is in fact far from settled or understood.

18) Despite activist concerns over CO2 levels, CO2 is a minor greenhouse gas, unlike water vapour which is tied to climate concerns, and which we can’t even pretend to control

19) A petition by scientists trying to tell the world that the political and media portrayal of global warming is false was put forward in the Heidelberg Appeal in 1992. Today, more than 4,000 signatories, including 72 Nobel Prize winners, from 106 countries have signed it.

20) It is claimed the average global temperature increased at a dangerously fast rate in the 20th century but the recent rate of average global temperature rise has been between 1 and 2 degrees C per century – within natural rates

21) Professor Zbigniew Jaworowski, Chairman of the Scientific Council of the Central Laboratory for Radiological Protection in Warsaw, Poland says the earth’s temperature has more to do with cloud cover and water vapor than CO2 concentration in the atmosphere.

22) There is strong evidence from solar studies which suggests that the Earth’s current temperature stasis will be followed by climatic cooling over the next few decades

23) It is myth that receding glaciers are proof of global warming as glaciers have been receding and growing cyclically for many centuries

24) It is a falsehood that the earth’s poles are warming because that is natural variation and while the western Arctic may be getting somewhat warmer we also see that the Eastern Arctic and Greenland are getting colder

25) The IPCC claims climate driven “impacts on biodiversity are significant and of key relevance” but those claims are simply not supported by scientific research

26) The IPCC threat of climate change to the world’s species does not make sense as wild species are at least one million years old, which means they have all been through hundreds of climate cycles

27) Research goes strongly against claims that CO2-induced global warming would cause catastrophic disintegration of the Greenland and Antarctic Ice Sheets.

28) Despite activist concerns over CO2 levels, rising CO2 levels are our best hope of raising crop yields to feed an ever-growing population

29) The biggest climate change ever experienced on earth took place around 700 million years ago

30) The slight increase in temperature which has been observed since 1900 is entirely consistent with well-established, long-term natural climate cycles

31) Despite activist concerns over CO2 levels, rising CO2 levels of some so-called “greenhouse gases” may be contributing to higher oxygen levels and global cooling, not warming

32) Accurate satellite, balloon and mountain top observations made over the last three decades have not shown any significant change in the long term rate of increase in global temperatures

33) Today’s CO2 concentration of around 385 ppm is very low compared to most of the earth’s history – we actually live in a carbon-deficient atmosphere

34) It is a myth that CO2 is the most common greenhouse gas because greenhouse gases form about 3% of the atmosphere by volume, and CO2 constitutes about 0.037% of the atmosphere

35) It is a myth that computer models verify that CO2 increases will cause significant global warming because computer models can be made to “verify” anything

36) There is no scientific or statistical evidence whatsoever that global warming will cause more storms and other weather extremes

37) One statement deleted from a UN report in 1996 stated that “none of the studies cited above has shown clear evidence that we can attribute the observed climate changes to increases in greenhouse gases”

38) The world “warmed” by 0.07 +/- 0.07 degrees C from 1999 to 2008, not the 0.20 degrees C expected by the IPCC

39) The Intergovernmental Panel on Climate Change says “it is likely that future tropical cyclones (typhoons and hurricanes) will become more intense” but there has been no increase in the intensity or frequency of tropical cyclones globally

40) Rising CO2 levels in the atmosphere can be shown not only to have a negligible effect on the Earth’s many ecosystems, but in some cases to be a positive help to many organisms

41) Researchers who compare and contrast climate change impact on civilizations found warm periods are beneficial to mankind and cold periods harmful

42) The Met Office asserts we are in the hottest decade since records began but this is precisely what the world should expect if the climate is cyclical

43) Rising CO2 levels increase plant growth and make plants more resistant to drought and pests

44) The historical increase in the air’s CO2 content has improved human nutrition by raising crop yields during the past 150 years

45) The increase of the air’s CO2 content has probably helped lengthen human lifespans since the beginning of the Industrial Revolution

46) The IPCC alleges that “climate change currently contributes to the global burden of disease and premature deaths” but the evidence shows that higher temperatures and rising CO2 levels has helped global populations

47) In May of 2004, the Russian Academy of Sciences published a report concluding that the Kyoto Protocol has no scientific grounding at all.

48) The “Climate-gate” scandal pointed to a expensive public campaign of disinformation and the denigration of scientists who opposed the belief that CO2 emissions were causing climate change

49) The head of Britain’s climate change watchdog has predicted households will need to spend up to £15,000 on a full energy efficiency makeover if the Government is to meet its ambitious targets for cutting carbon emissions.

50) Wind power is unlikely to be the answer to our energy needs. The wind power industry argues that there are “no direct subsidies” but it involves a total subsidy of as much as £60 per MWh which falls directly on electricity consumers. This burden will grow in line with attempts to achieve Wind power targets, according to a recent OFGEM report.

51) Wind farms are not an efficient way to produce energy. The British Wind Energy Association (BWEA) accepts a figure of 75 per cent back-up power is required.

52) Global temperatures are below the low end of IPCC predictions not at “at the top end of IPCC estimates”

53) Climate alarmists have raised the concern over acidification of the oceans but Tom Segalstad from Oslo University in Norway , and others, have noted that the composition of ocean water – including CO2, calcium, and water – can act as a buffering agent in the acidification of the oceans.

54) The UN’s IPCC computer models of human-caused global warming predict the emergence of a “hotspot” in the upper troposphere over the tropics.  Former researcher in the Australian Department of Climate Change, David Evans, said there is no evidence of such a hotspot

55) The argument that climate change is a of result of global warming caused by human activity is the argument of flat Earthers.

56) The manner in which US President Barack Obama sidestepped Congress to order emission cuts shows how undemocratic and irrational the entire international decision-making process has become with regards to emission-target setting.

57) William Kininmonth, a former head of the National Climate Centre and a consultant to the World Meteorological Organisation, wrote “the likely extent of global temperature rise from a doubling of CO2 is less than 1C. Such warming is well within the envelope of variation experienced during the past 10,000 years and insignificant in the context of glacial cycles during the past million years, when Earth has been predominantly very cold and covered by extensive ice sheets.”

58) Canada has shown the world targets derived from the existing Kyoto commitments were always unrealistic and did not work for the country.

59) In the lead up to the Copenhagen summit, David Davis MP said of previous climate summits, at Rio de Janeiro in 1992 and Kyoto in 1997 that many had promised greater cuts, but “neither happened”, but we are continuing along the same lines.

60) The UK ’s environmental policy has a long-term price tag of about £55 billion, before taking into account the impact on its economic growth.

61) The UN’s panel on climate change warned that Himalayan glaciers could melt to a fifth of current levels by 2035. J. Graham Cogley a professor at Ontario Trent University, claims this inaccurate stating the UN authors got the date from an earlier report wrong by more than 300 years.

62) Under existing Kyoto obligations the EU has attempted to claim success, while actually increasing emissions by 13 per cent, according to Lord Lawson. In addition the EU has pursued this scheme by purchasing “offsets” from countries such as China paying them billions of dollars to destroy atmospheric pollutants, such as CFC-23, which were manufactured purely in order to be destroyed.

63) It is claimed that the average global temperature was relatively unchanging in pre-industrial times but sky-rocketed since 1900, and will increase by several degrees more over the next 100 years according to Penn State University researcher Michael Mann. There is no convincing empirical evidence that past climate was unchanging, nor that 20th century changes in average global temperature were unusual or unnatural.

64) Michael Mann of Penn State University has actually shown that the Medieval Warm Period and the Little Ice Age did in fact exist, which contrasts with his earlier work which produced the “hockey stick graph” which showed a constant temperature over the past thousand years or so followed by a recent dramatic upturn.

65) The globe’s current approach to climate change in which major industrialised countries agree to nonsensical targets for their CO2 emissions by a given date, as it has been under the Kyoto system, is very expensive.

66) The “Climate-gate” scandal revealed that a scientific team had emailed one another about using a “trick” for the sake of concealing a “decline” in temperatures when looking at the history of the Earth’s temperature.

67) Global temperatures have not risen in any statistically-significant sense for 15 years and have actually been falling for nine years. The “Climate-gate” scandal revealed a scientific team had expressed dismay at the fact global warming was contrary to their predictions and admitted their inability to explain it was “a travesty”.

68) The IPCC predicts that a warmer planet will lead to more extreme weather, including drought, flooding, storms, snow, and wildfires. But over the last century, during which the IPCC claims the world experienced more rapid warming than any time in the past two millennia, the world did not experience significantly greater trends in any of these extreme weather events.

69) In explaining the average temperature standstill we are currently experiencing, the Met Office Hadley Centre ran a series of computer climate predictions and found in many of the computer runs there were decade-long standstills but none for 15 years – so it expects global warming to resume swiftly

70) Richard Lindzen, Professor of Atmospheric Sciences at Massachusetts Institute of Technology, wrote: “The notion of a static, unchanging climate is foreign to the history of the Earth or any other planet with a fluid envelope.  Such hysteria (over global warming) simply represents the scientific illiteracy of much of the public, the susceptibility of the public to the substitution of repetition for truth.”

71) Despite the 1997 Kyoto Protocol’s status as the flagship of the fight against climate change it has been a failure.

72) The first phase of the EU’s Emissions Trading Scheme (ETS), which ran from 2005 to 2007 was a failure. Huge over-allocation of permits to pollute led to a collapse in the price of carbon from €33 to just €0.20 per tonne meaning the system did not reduce emissions at all.

73) The EU trading scheme, to manage carbon emissions has completely failed and actually allows European businesses to duck out of making their emissions reductions at home by offsetting, which means paying for cuts to be made overseas instead.

74) To date “cap and trade” carbon markets have done almost nothing to reduce emissions.

75) In the United States , the cap-and-trade is an approach designed to control carbon emissions and will impose huge costs upon American citizens via a carbon tax on all goods and services produced in the United States. The average family of four can expect to pay an additional $1700, or £1,043, more each year. It is predicted that the United States will lose more than 2 million jobs as the result of cap-and-trade schemes.

76) Dr Roy Spencer, a principal research scientist at the University of Alabama in Huntsville, has indicated that out of the 21 climate models tracked by the IPCC the differences in warming exhibited by those models is mostly the result of different strengths of positive cloud feedback – and that increasing CO2 is insufficient to explain global-average warming in the last 50 to 100 years.

77) Why should politicians devote our scarce resources in a globally competitive world to a false and ill-defined problem, while ignoring the real problems the entire planet faces, such as: poverty, hunger, disease or terrorism.

78) A proper analysis of ice core records from the past 650,000 years demonstrates that temperature increases have come before, and not resulted from, increases in CO2 by hundreds of years.

79) Since the cause of global warming is mostly natural, then there is in actual fact very little we can do about it. (We are still not able to control the sun).

80) A substantial number of the panel of 2,500 climate scientists on the United Nation’s International Panel on Climate Change, which created a statement on scientific unanimity on climate change and man-made global warming, were found to have serious concerns.

81) The UK’s Met Office has been forced this year to re-examine 160 years of temperature data after admitting that public confidence in the science on man-made global warming has been shattered by revelations about the data.

82)  Politicians and activists push for renewable energy sources such as wind turbines under the rhetoric of climate change, but it is essentially about money – under the system of Renewable Obligations. Much of the money is paid for by consumers in electricity bills. It amounts to £1 billion a year.

83) The “Climate-gate” scandal revealed that a scientific team had tampered with their own data so as to conceal inconsistencies and errors.

84) The “Climate-gate” scandal revealed that a scientific team had campaigned for the removal of a learned journal’s editor, solely because he did not share their willingness to debase science for political purposes.

85) Ice-core data clearly show that temperatures change centuries before concentrations of atmospheric CO2 change. Thus, there appears to be little evidence for insisting that changes in concentrations of CO2 are the cause of past temperature and climate change.

86) There are no experimentally verified processes explaining how CO2 concentrations can fall in a few centuries without falling temperatures – in fact it is changing temperatures which cause changes in CO2 concentrations, which is consistent with experiments that show CO2 is the atmospheric gas most readily absorbed by water.

87) The Government’s Renewable Energy Strategy contains a massive increase in electricity generation by wind power costing around £4 billion a year over the next twenty years. The benefits will be only £4 to £5 billion overall (not per annum). So costs will outnumber benefits by a range of between eleven and seventeen times.

88) Whilst CO2 levels have indeed changed for various reasons, human and otherwise, just as they have throughout history, the CO2 content of the atmosphere has increased since the beginning of the industrial revolution, and the growth rate has now been constant for the past 25 years.

89) It is a myth that CO2 is a pollutant, because nitrogen forms 80% of our atmosphere and human beings could not live in 100% nitrogen either: CO2 is no more a pollutant than nitrogen is and CO2 is essential to life.

90) Politicians and climate activists make claims to rising sea levels but certain members in the IPCC chose an area to measure in Hong Kong that is subsiding. They used the record reading of 2.3 mm per year rise of sea level.

91) The accepted global average temperature statistics used by the Intergovernmental Panel on Climate Change show that no ground-based warming has occurred since 1998.

92) If one factors in non-greenhouse influences such as El Nino events and large volcanic eruptions, lower atmosphere satellite-based temperature measurements show little, if any, global warming since 1979, a period over which atmospheric CO2 has increased by 55 ppm (17 per cent).

93) US President Barack Obama pledged to cut emissions by 2050 to equal those of 1910 when there were 92 million Americans. In 2050, there will be 420 million Americans, so Obama’s promise means that emissions per head will be approximately what they were in 1875. It simply will not happen.

94) The European Union has already agreed to cut emissions by 20 percent to 2020, compared with 1990 levels, and is willing to increase the target to 30 percent. However, these are unachievable and the EU has already massively failed with its Emissions Trading Scheme (ETS), as EU emissions actually rose by 0.8 percent from 2005 to 2006 and are known to be well above the Kyoto goal.

95) Australia has stated it wants to slash greenhouse emissions by up to 25 percent below 2000 levels by 2020, but the pledges were so unpopular that the country’s Senate has voted against the carbon trading Bill, and the Opposition’s Party leader has now been ousted by a climate change sceptic.

96) Canada plans to reduce emissions by 20 percent compared with 2006 levels by 2020, representing approximately a 3 percent cut from 1990 levels but it simultaneously defends its Alberta tar sands emissions and its record as one of the world’s highest per-capita emissions setters.

97) India plans to reduce the ratio of emissions to production by 20-25 percent compared with 2005 levels by 2020, but all Government officials insist that since India has to grow for its development and poverty alleviation, it has to emit, because the economy is driven by carbon.

98) The Leipzig Declaration in 1996, was signed by 110 scientists who said: “We – along with many of our fellow citizens – are apprehensive about the climate treaty conference scheduled for Kyoto, Japan, in December 1997” and “based on all the evidence available to us, we cannot subscribe to the politically inspired world view that envisages climate catastrophes and calls for hasty actions.”

99) A US Oregon Petition Project stated “We urge the United States government to reject the global warming agreement that was written in Kyoto, Japan in December, 1997, and any other similar proposals. The proposed limits on greenhouse gases would harm the environment, hinder the advance of science and technology, and damage the health and welfare of mankind. There is no convincing scientific evidence that human release of CO2, methane, or other greenhouse gasses is causing or will, in the foreseeable future, cause catastrophic heating of the Earth’s atmosphere and disruption of the Earth’s climate.”

100) A report by the Nongovernmental International Panel on Climate Change concluded “We find no support for the IPCC’s claim that climate observations during the twentieth century are either unprecedented or provide evidence of an anthropogenic effect on climate.”

Bacaan lebih lanjut:

–         Robin Baker: Sains Yang Sesat, Propaganda ilmiah yang mengecoh

–         Abu Fatihah Al-Adnanai: Global Warming, sebuah isyarat dekatnya akhir zaman dan kehancuran duinia

–         John Hougton: Global Warming, complete Briefing

–         GlobalWarmingHoax.com

–         http://myblog.dericalorraine.com/ The Anatomy of A Hoax

–         www.ourcivilisation.com

Published in: on January 17, 2010 at 11:28 pm  Leave a Comment  

BUNUH DIRI

BUNUH DIRI


Definisi

Bunuh diri menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (1995; 169) didefinisikan “sengaja mematikan diri sendiri.”

Motif Bunuh Diri

Dalam Wikipedia Bahasa Indonesia dituliskan bahwa pada dasarnya segala sesuatu itu memiliki hubungan sebab akibat (ini adalah sistematika). Dalam hubungan sebab akibat ini akan menghasilkan suatu alasan atau sebab tindakan yang disebut motif. Motif bunuh diri ada banyak macamnya. Disini penyusun menggolongkan dalam kategori sebab, misalkan:

–          Dilanda keputusasaan dan depresi

–          Cobaan hidup dan tekanan lingkungan.

–          Gangguan kejiwaan / tidak waras (gila).

–          Himpitan Ekonomi atau Kemiskinan (Harta / Iman / Ilmu)

–          Penderitaan karena penyakit yang berkepanjangan.

Lebih lanjut, Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Warih Andan Puspitosari, SpKJ dalam diskusi “Fenomena Bunuh Diri di Indonesia dan penyebabnya”, di Kampus Terpadu UMY Kamis (7/12), meyatakan “Depresi merupakan perubahan alam perasaan, tanda-tandanya sedih berlebihan, minat terhadap apapun menurun, energi berkurang, lemas, malas.” (http://www2.umy.ac.id/2010/01/gangguan-jiwa-95-penyebab-kasus-bunuh-diri.umy“)

Dalam ilmu sosiologi, ada tiga penyebab bunuh diri dalam masyarakat (Émile Durkheim, Suicide A study in sociology hal 95-201) yaitu

–          egoistic suicide (bunuh diri karena urusan pribadi),

–          altruistic suicide (bunuh diri untuk memperjuangkan orang lain), dan

–          anomic suicide (bunuh diri karena masyarakat dalam kondisi kebingungan)

Usia Produktif  Rawan Bunuh Diri

Usia produktif antara 15-35 tahun dan lansia memiliki potensi tertinggi untuk bunuh diri. Pemicunya gangguan jiwa dan persentase penyebab ini mencapai 95% (“Usia Produktif Rawan Bunuh Diri” tulisan Dr. Warih Andan Puspitosari, SpKJ dari  www.pikiran-rakyat.com).

Kasus Bunuh Diri Di Yogyakarta

Yogyakarta, (ANTARA) – Kasus bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga kini masih tinggi, karena selama enam bulan terakhir tercatat 12 warga di kabupaten tersebut melakukan bunuh diri.

“Dari awal tahun hingga saat ini terjadi sedikitnya 12 kasus bunuh diri di Gunungkidul, mereka semua mengakhiri hidup dengan cara gantung diri,” kata Kabag Ops Polres Gunungkidul Kompol S Priyono di Gunungkidul, Selasa.

Dia menambahkan, meski kasus bunuh diri tergolong masih tinggi, namun jumlah itu mengalami penurunan jika dibanding dengan tahun lalu. Pada semester pertama tahun lalu kasus bunuh diri di Gunungkidul mencapai 15 kasus.

“Setiap bulan setidaknya kami menangani dua kasus bunuh diri, namun berbagai upaya telah kami lakukan untuk menekan kasus bunuh diri,” katanya (“Kasus Bunuh Diri Masih Tinggi di Gungnung Kidul” selasa 2//62009/ dari http://www.antaranews.com).

Beberapa ayat Al-Qur’an dan Hadits tentang larangan bunuh diri

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (An-Nisa’ : 29) “Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur’an).” (QS. Al-Kahfi ; 6)

(Hadits  Shahih Muslim) Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw., bersabda : “Siapa yang bunuh diri dengan senjata tajam, maka senjata itu akan ditusuk-tusukannya sendiri dengan tangannya ke perutnya di neraka untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan racun, maka dia akan meminumnya pula sedikit demi sedikit nanti di neraka, untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka dia akan menjatuhkan dirinya pula nanti (berulang-ulang) ke neraka, untuk selama-lamanya.”

(Hadits Shahih Muslim) Dari Tsabit bin Dhahhak ra, dari Nabi saw., sabdanya : “Tidak wajib bagi seseorang melaksanakan nazar apabila dia tidak sanggup melaksanakannya.” “Mengutuk orang Mu’min sama halnya dengan membunuhnya.” “Mengadakan tuduhan bohong atau sumpah palsu untuk menambah kekayaannya dengan menguasai harta orang lain, maka Allah tidak akan menambah baginya, bahkan akan mengurangi hartanya.”

(Hadits Shahih Muslim) Dari Tsabit bin Dhahhak ra, katanya Nabi saw., sabdanya : “Siapa yang bersumpah menurut cara suatu agama selain Islam, baik sumpahnya itu dusta maupun sengaja, maka orang itu akan mengalami sumpahnya sendiri. “Siapa yang bunuh diri dengan suatu cara, Allah akan menyiksanya di neraka jahanam dengan cara itu pula.”

(Hadits Shahih Muslim) Dari Abu Hurairah ra, katanya : “Kami ikut perang bersama-sama Rasulullah saw., dalam perang Hunain. Rasulullah saw., berkata kepada seorang laki-laki yang mengaku Islam, “Orang ini penghuni neraka.” Ketika kami berperang, orang itu pun ikut berperang dengan gagah berani, sehingga dia terluka. Maka dilaporkan orang hal itu kepada Rasulullah saw., katanya “Orang yang tadi anda katakan penghuni neraka, ternyata dia berperang dengan gagah berani dan sekarang dia tewas.” Jawab Nabi saw., “Dia ke neraka.” Hampir saja sebahagian kaum muslimin menjadi ragu-ragu. Ketika mereka sedang dalam keadaan demikian, tiba-tiba diterima berita bahwa dia belum mati, tetapi luka parah. Apabila malam telah tiba, orang itu tidak sabar menahan sakit karena lukanya itu. Lalu dia bunuh diri. Peristiwa itu dilaporkan orang pula kepada Nabi saw. Nabi saw., bersabda, : “Kemudian beliau memerintahkan Bilal supaya menyiarkan kepada orang banyak, bahwa tidak akan dapat masuk surga melainkan orang muslim (orang yang tunduk patuh).

(Hadits Shahih Muslim) Dari Syaiban ra., katanya dia mendengar Hasan ra, bercerita : “Masa dulu, ada seorang laki-laki keluar bisul. Ketika ia tidak dapat lagi menahan sakit, ditusuknya bisulnya itu dengan anak panah, menyebabkan darah banyak keluar sehingga ia meninggal. Lalu Tuhanmu berfirman : Aku haramkan baginya surga.” (Karena dia sengaja bunuh diri.) Kemudian Hasan menunjuk ke masjid sambil berkata, “Demi Allah! Jundab menyampaikan hadits itu kepadaku dari Rasulullah saw., di dalam masjid ini.”

Published in: on January 17, 2010 at 11:04 pm  Leave a Comment  

BUKU-BUKU YANG DILARANG DI INDONESIA

BUKU-BUKU YANG DILARANG DI INDONESIA

Buku, surga bagi pembaca

Buku adalah teman yang setia. Beberapa dosen saya mengganggap buku adalah istri pertama dalam keseharian mereka. Bahkan seorang dosen mengatakan bahwa perpustakaan kadang justru seperti surga. Kenapa dapat sedemikian kecintaan seseorang terhadap buku?

Dengan buku, kita banyak memperoleh ilmu. Banyak mendapatkan hal baru dan mencerdaskan akal kita dengan berbagai informasi yang banyak berguna bagi kehidupan kita.

Pun demikian, buku juga termasuk barang mahal di tanah air kita ini. Tidak jarang buku-buku yang diwajibkan sekolah juga sering naik. Buku kedokteran dan keperawatan, termasuk kebidanan merupakan buku wajib bagi murid dengan kenyataan bahwa banyak murid yang harus menrogoh kocek dengan berat hati.

Buku ada yang membangun  pemikiran tetapi ada juga justru merusak. Di Indonesia ada bebebrapa buku  memang bersifat subversive dan merusak pikiran seseorang.

Berikut adaftar dilarang edar disusun oleh PBHI 2006

1. Bumi Manusia (1980), Pramoedya Ananta Toer, Komunis dan Marxist

2. Anak Semua Bangsa (1981), Pramoedya Ananta Toer, Komunis dan Marxist

3. Jejak Langkah (1985), Pramoedya Ananta Toer, Komunis dan Marxist

4. Rumah Kaca (1988), Pramoedya Ananta Toer, Komunis dan Marxist

5. Arus Balik (1995); Pramoedya Ananta Toer; Komunis dan Marxist

6. Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (1995-1996) Pramoedya Ananta Toer; Komunis dan Marxist Naskah asli berjudul “Nyanyi Tunggal Seorang Bisu”, dibuat tahun 1991

7. Di Tepi Kali Bekasi (1947); Pramoedya Ananta Toer; Komunis dan Marxist

8. Perburuan (1950); Pramoedya Ananta Toer; Komunis dan Marxist

9. Keluarga Gerilya (1950); Pramoedya Ananta Toer; Komunis dan Marxist

10. Percikan Revolusi (1950); Pramoedya Ananta Toer; Komunis dan Marxist

11. Subuh (1950); Pramoedya Ananta Toer; Komunis dan Marxist

12. Bukan Pasar Malam (1951), Pramoedya Ananta Toer Komunis, dan Marxist

13. Mereka yang Dilumpuhkan (1951) Pramoedya Ananta Toer Komunis dan Marxist

14. Cerita dari Blora (1952) Pramoedya Ananta Toer Komunis dan Marxist

15. Korupsi (1954) Pramoedya Ananta Toer Komunis dan Marxist

16. Cerita dari Jakarta (1957) Pramoedya Ananta Toer Komunis dan Marxist

17. Serat Darmogandul, Menyesatkan

18. Suluk Gatoloco, SARA dan Menyesatkan

19.. Buku Putih Perjuangan Mahasiswa Indonesia KM ITB 1979, Politis

20. Apakah Soeharto Terlibat Peristiwa PKI, Politis

21. Bayang-bayang PKI (1995), Isntitut Studi Arus Informasi disunting Stanley, Politis

22. Madame D Syuga, Porno dan SARA Buku ini dianggap mengeksploitasi tubuh Dewi Soekarno secara gamblang

23. Painting in Islam, SARA (melecehkan Islam) Secara resmi dilarang sejak tahun 1993

24. Dosa dan Penebusan Menurut Islam dan Kristen, SARA (melecehkan Islam) Secara resmi dilarang sejak tahun 1993

25. Kristus Dalam Injil dan Al Quran, SARA (melecehkan Islam) Secara resmi dilarang sejak tahun 1993

26. Mujarobat Ampuh, SARA (melecehkan Islam) Secara resmi dilarang sejak tahun 1993

27. Berhati-hati Membuat Tuduhan, SARA (melecehkan Islam) Secara resmi dilarang sejak tahun 1993

28. Menyingkap Sosok Misionaris SARA (melecehkan Islam) Secara resmi dilarang sejak tahun 1993

29. Sajian Tuntutan Tuhan pada Akhir Jaman, SARA (melecehkan Islam) Secara resmi dilarang sejak tahun 1993

30. Aurad Muhammadiyah (1994), Khadijjah Aam SARA

31. Memoar Oei Tjoe Tat (1995), Dilarang Kejaksaan Agung

32. Islamic Invation, Robert Morey

33. Di Balik Jeruji Besi, SARA (melecehkan Islam) Diterbitkan Yayasan Kalimatullah

34. Alkitabul Muqodas, SARA (melecehkan Islam) Diterbitkan Yayasan Kalimatullah

35. Kesaksian Al Quran, SARA (melecehkan Islam) Diterbitkan Yayasan Kalimatullah

36. Tuanku Rao (1967), Parlindungan

Sumber, http://ppium.wordpress.com/2008/10/31/buku-buku-yang-dilarang/

Enam buku terlarang saat ini

Judul Buku Terlarang Indonesia hingga 2009

Lima buku itu adalah

–          Pembunuhan Massal Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto (ditulis John Roosa, diterbitkan Institut Sejarah Sosial Indonesia dan Hasta Mitra)

–          Suara Gereja bagi Umat Penderitaan Tetesan Darah dan Cucuran Air Mata Umat Tuhan di Papua Barat Harus Diakhiri (ditulis Socratez Sofyan Yoman, diterbitkan Reza Enterprise)

–          Lekra Tak Membakar Buku Suara Senyap Lembar Kebudayaan Harian Rakyat 1950-1965 (ditulis Rhoma Dwi Aria Yuliantri dan Muhidin M Dahlan, diterbitkan Merakesumba Lukamu Sakitku)

–          Enam Jalan Menuju Tuhan (ditulis Darmawan, diterbitkan Hikayat Dunia)

–           Mengungkap Misteri Keragaman Agama (ditulis Syahruddin Ahmad, diterbitkan Yayasan Kajian Alquran Siranindi)

–          Membongkar Gurita Cikeas

Membongkar Gurita Cikeas adalah buku yang sempat membuat sensasi di akhir tahun 2009. Buku ini banyak menyoroti bagaimana

–          Judul : Membongkar Gurita Cikeas; Di Balik Skandal Bank Century

–          Penulis : George Junus Aditjondro

–          Penyunting : Sigit & Intan

–          Perancang Sampul : Teguh Prastowo

–          Pearancang Isi : Lintang Manjer Kawuryan

–          Ilustrator : Asnar Zacky

–          Penerbit : Galangpress

Isi buku

A.A Kunto, editor penerbit GalangPress meneyebutkan :

“Inti dari buku ini sebenarnya penelitian Pak George tentang kisruh suntikan dana Bank Century senilai 6,7 triliun yang jadi perdebatan dan kasusnya masih dalam tahap penyidikan. Melalui beberapa fakta, data dari media massa dan kenyataan yang dilihat oleh Pak George di lapangan, bahwa ada sinyalemen keterlibatan beberapa yayasan bentukan SBY untuk menggalang dana kampanye dan kepentingan politik SBY,” jelas

Berikut adalah jawaban dari pihak Cikeas yang menentang balikbuku Membongkar Gurita Cikeas (http://www.annida-online.com/ ).

Buku Tandingan Gurita Cikeas – “Hanya Fitnah dan Cari Sensasi”, Inilah Jawabannya !

Wednesday, 06 January 2010 11:02

Buku tandingan untuk menjawab hal-hal yang disebut George Junus Aditjondro sebagai fakta-fakta dalam ‘Membongkar Gurita Cikeas’, ternyata memang bukan cuma isapan jempol. Kubu Cikeas menunjuk mantan jurnalis Tempo lain, Setiyardi Negara, sebagai penulis. Dan jawaban itu, yang dipaparkan dalam buku berjudul ‘Hanya Fitnah dan Sensasi’, menurut rencana akan diluncurkan di Hotel Cemara, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (6/1) hari ini.

Namun Setiyardi menolak dirinya dikatakan ditunjuk secara khusus oleh Kubu Cikeas. Sebaliknya, ia justru mengaku menulis dalam posisi independen, dengan tujuan semata-mata untuk meraih keuntungan. “Motifnya, saya tegaskan, adalah semata-mata komersial, mengingat buku yang dikritisi adalah karangan George sedang ramai diperbincangkan berbagai kalangan di media massa. Tentang tudingan bahwa saya dibiayai kelompok tertentu, saya pikir akan saya hadapi dengan santai sajalah. Karena itu tidak benar. Saya masih mampu membiayai penerbitan buku sendiri,” katanya.

Dipaparkan Setiyardi lebih lanjut, terdapat dua hal pokok yang dalam bukunya yang menunjukkan kesalahan fatal yang dibuat George. Pertama, penggunaan metodologi yang tidak kredibel yakni penggunaan sumber-sumber sekunder seperti koran, majalah, dan internet. Kedua, isi buku yang banyak berisi data tidak valid dan tidak diverifikasi sehingga menghasilkan kesimpulan serampangan. “Buku George diterbitkan dengan sangat tergesa-gesa untuk mengejar momen Century. Belum diverifikasi sudah di-launching. Padahal dalam buku-buku sebelumnya, George selalu menampilkan data yang meyakinkan pembacanya bahwa analisis yang disampaikan adalah benar,” katanya.

Sekilas Isi

Setiyardari dalam ‘Hanya Fitnah dan Sensasi’, mencoba membantah sejumlah “fakta” yang disodorkan George Aditjondro di ‘Gurita Cikeas’. Pada halaman 14-15 buku George, misalnya, disebutkan, “… sebelum Bank Century diambil alih oleh LPS, Boedi Sampurna, seorang cucu pendiri Pabrik Rokok PT HM Sampoerna, Lim Seng Thee, masih memiliki simpanan sebesar Rp1.895 miliar di bulan November 2008. Sedangkan simpanan Hartati Moerdaya sekitar Rp321 miliar. Keduanya sama-sama penyumbang logistik SBY dalam Pemilu lalu..”

Menurut Setiyardi, entah darimana George tahu tentang uang simpanan Boedi Sampoerna dan Hartati Moerdaya di Bank Century? Tak jelas asal sumbernya. Terlepas dari sumber antah bantahan ini, yang pasti Hartati Murdaya sebagai sosok yang dituding sudah mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah menyimpan dana di Bank Century.

Sedangkan pada halaman 23, George menulis: “Dwi Mingguan Explo dapat dijadikan indikator, sikap Partai Demokrat – dan barangkali juga, Ketua Dewan Pembinanya –  terhadap Kebijakan Negara di Bidang ESDM. Misalnya, dalam pendirian pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), yang nampaknya sangat dianjurkan oleh Redaksi Explo (c.q tulisan sdr. Noor Cholis ttg PLTN Muria)…”

Kata Setiyardi:  “tulisan ini jelas menggambarkan interpretasi sepihak dari penulis. Jika George bertindak cermat dalam menelaah referensi yang digunakan, tentu persepsinya tidak akan seperti itu. Faktanya, tulisan Noor Cholis, alumnus Universitas Gajah Mada di Majalah Dwi Mingguan Explo merupakan paparan penelitiannya. Jadi tulisan itu bukanlah sikap dari Partai Demokrat. Apalagi jika dikaitkan sebagai sikap dari Presiden SBY, seperti yang tersirat dari interpretasi penulis. Sangat jauh panggang dari api.”

Yang cukup menarik juga adalah “jawaban” Setiyardi terkait “fakta” atas posisi Ibu Negara Ani Yudhoyono dalam promosi Batik Allure sebagaimana termaktub pada halaman 56-57 ‘Gurita Cikeas’: “… Adanya potensi konflik kepentingan antara Ny Ani Yudhoyono sebagai pembina yayasan itu, dan perusahaan batik baru yang telah mengorbitkan anak dan cucunya sebagai ikon, belum banyak disorot orang…”.

Di sini, Setiyardi menyindir tajam George dengan menulis: “Pernyataan ini sepenuhnya merupakan spekulasi si penulis belaka. Allure Batik memulai suksesnya berawal dari sebuah garasi di Kawasan Simpruk, Jakarta. Modal awalnya Rp100 juta, kata Ade Kartika, Wakil Direktur sekaligus co-owner Allure Batik.  Nama Allure  sendiri dipilih langsung oleh Lisa Mihardja yang diambil dari bahasa Prancis. Bukankah tugas setiap warga negara, apalagi sebagai Ibu Negara untuk mempromosikan karya anak bangsa. Batik jelas merupakan milik bangsa Indonesia. Dan setiap produsen yang ingin mempromosikan barang dagangannya, pasti akan menggunakan bintang iklan yang layak jual. Ini teori promosi yang sangat sederhana. Kalau ada produk yang membutuhkan ikon atau bintang iklan untuk sebuah tema provokasi dan sensasional, mungkin George Aditjondro akan dipilih untuk ikonnya.”

Sumber: http://www.harian-global.com/

Published in: on January 17, 2010 at 10:58 pm  Leave a Comment  

Trans Jogja

Trans Jogja



Salah satu bus Trans Jogja

Trans Jogja adalah sebuah sistem transportasi bus cepat, murah dan ber-AC di seputar Kota Yogyakarta, Indonesia. Trans Jogja merupakan salah satu bagian dari program penerapan Bus Rapid Transit (BRT) yang dicanangkan Departemen Perhubungan. Sistem ini mulai dioperasikan pada awal bulan Maret 2008 oleh Dinas Perhubungan, Pemerintah Provinsi DIY. Motto pelayanannya adalah “Aman, Nyaman, Andal, Terjangkau, dan Ramah lingkungan”.

Sistem yang menggunakan bus (berukuran sedang) ini menerapkan sistem tertutup, dalam arti penumpang tidak dapat memasuki bus tanpa melewati gerbang pemeriksaan, seperti juga Trans Jakarta. Selain itu, diterapkan sistem pembayaran yang berbeda-beda: sekali jalan, tiket pelajar, dan tiket umum berlangganan. Ada tiga macam tiket yang dapat dibeli oleh penumpang, yaitu tiket sekali jalan (single trip), dan tiket umum berlangganan. Tiket ini berbeda dengan karcis bus biasa karena merupakan merupakan kartu pintar (smart card). Karcis akan diperiksa secara otomatis melalui suatu mesin yang akan membuka pintu secara otomatis. Penumpang dapat berganti bus tanpa harus membayar biaya tambahan, asalkan masih dalam satu tujuan.

Suasana di dalam bus Tran Jogja

Pengelola Trans Jogja adalah PT Jogja Tugu Trans, sebagai wujud konsorsium empat koperasi pengelola transportasi umum kota dan pedesaan di Yogya (Koperasi Pemuda Sleman, Kopata, Aspada, dan Puskopkar) dan Perum DAMRI.

Sebagai komponen dari sistem transportasi terpadu bagi Kota Yogyakarta dan daerah-daerah pendukungnya, sistem ini menghubungkan enam titik penting moda perhubungan di sekitar kota:

Halte, tempat bus Tran Jogja singgah menjemput penumpang

* Stasiun Yogyakarta (KA),

* Terminal Bus Giwangan sebagai pusat perhubungan jalur bis antarpropinsi dan juga regional,

* Terminal Angkutan Desa Terminal Condong Catur,

* Terminal Regional Jombor di sebelah utara kota,

* Bandar Udara Adisucipto, dan

* Terminal Prambanan

Peta Rute Trayek Trans Jogja

Kecuali Giwangan dan Stasiun Yogyakarta, titik-titik terletak di wilayah Kabupaten Sleman. Terdapat pula halte yang berada di dekat obyek wisata serta tempat publik penting, seperti sekolah, universitas, rumah sakit, bank, Samsat, serta perpustakaan).

Perencanaan Trans Jogja cukup mendesak karena sistem transportasi Yogyakarta dan sekitarnya sebelumnya dinilai tidak efisien. Pada tahap perencanaan banyak tantangan muncul dari pengelola bus yang telah ada serta para pengemudi becak. Penerapan sistem ini semula direncanakan pada tahun 2007, namun bencana gempa bumi Yogyakarta pada bulan Juni 2006 menyebabkan pergeseran waktu pelaksanaan.

Mesin TAP kartu single trip Tran Jogja

Pada saat awal peluncuran, terdapat enam trayek bis yang dilayani secara melingkar dari dan kembali ke terminal awal mulai dari jam 6:00 hingga 22:00 WIB. Terdapat 54 armada bus berukuran sedang dengan 34 tempat duduk. 67 halte khusus dibuat dengan biaya masing-masing 70 juta rupiah[1] yang dikerjakan oleh dua kontraktor.

Walaupun begitu, saya sendiri justru jarang bepergian dengan Tran Jogja, kadang harus berpacu lebih cepat memburu waktu kuliah. Jadi saya harus menggunakan sepeda motor sendiri.Tetapi sekarang musim hujan jadi ya hujan-hujanan terus, beda kalau naik trans jogya pasti lebih nyaman dan gak kehujanan pastinya.

Published in: on January 17, 2010 at 10:52 pm  Leave a Comment  

SEBUAH AGENDA TERSEMBUNYI: ARTIS TERJUN KE DUNIA POLITIK

SEBUAH AGENDA: ARTIS TERJUN KE DUNIA POLITIK

Seleb, pembuat “ignorant” masyarakat

Bacalah!

Kebebasan – [hanya] sebuah cita-cita semata

Kebebasan politis [hanya] merupakan sebuah cita-cita/angan-angan [semata,] namun [sayangnya hal tersebut] bukanlah [merupakan] sebuah fakta. Seorang yang tepat harus mengetahui bagaimana [cara] menerapkan cita-cita tersebut kapanpun nampak diperlukan [, yaitu] dengan [menggunakan] umpan sebuah cita-cita untuk menarik massa rakyat pada suatu kelompok [milik] seseorang[,] demi tujuan menghancurkan sekelompok lain yang sedang dalam kekuasaan. Tugas ini dibuat [menjadi] lebih mudah lagi [dalam pelaksanaannya] jika [pada] pihak diri lawan tersebut telah terjangkit [pula] dengan cita-cita kebebasan, yang disebut juga [sebagai] liberalisme, dan, demi sebuah cita-cita tersebut ia bersedia menyerahkan sebagian dari kekuasaannya.

Politik VS Moral

Politik itu [yang kita ajarkan pada para budak [non-Illuminati], pada hakikatnya] tidak ada yang serupa kaitannya dengan moral. Penguasa yang diatur oleh moral bukanlah seorang politisi terampil, dan karenanya tidak kokoh di atas singgasananya. Ia yang ingin memerintah harus memiliki tempat berlindung untuk berbuat kelicikan dan berpura-pura.

(Sumber The Illuminati: The (decoded) Illuminati’s  protocols of the Learned Elders of Zions oleh Doc Marquis Bab I.

Selebriti: “Dirty Inside” Agenda

Tidak perlu repot memikirkan bagaimana tingkah polah selebritis Indonesia di dunia intertainmen – termasuk kawin-cerai-kawin lagi diantara mereka, kasus narkoba, selingkuh, video porno, pemukulan dan seterusnya – bukan rahasia pribadi lagi. Sebagai seseorang mahasiswa yang berfikir dan banyak [membaca [mudah-mudahan iya. Amiin] tentulah perilaku menyimpang mereka [para seleb] bukan bagian dari hidangan untuk dikonsumsi oleh publik apalagi ditiru dan digugu. NO WAY!

Maaf, bukan saya senewen karena tidak menjadi bagian dari selebriti [bukan curhat lho] TAPI apa lacur. Industri hiburan merupakan alat mind control [indoktrinasi] bagi publik untuk berperilaku seperti yang diinginkan sekelompok orang tersembunyi [secret societies] untuk mengendalikan opini masyarakat. Mudahnya segala perilaku seleb ialah untuk merubah karakter masyarakat [publik] sesuai yang diinginkan demi tujuan jangka panjang tertentu oleh masyarakat rahasia.

Jadi, tidak perlu terbawa mind control media melalui polah seleb setiapharinya yang, bisa dicek, ditayangkan siang malam, pagi sore, tidak kenal waktu. Akhirnya, para ibu-ibu/bapak-bapak, anak-anak, bahkan mahasiswa seperti kita [konon terdidik] ikut meramaikan industri gosip nasional [seharusnya dimasukan dalam catatan museum record nasional].

Selebriti hanyalah sebagian dari kecil dari KONSPIRASI GLOBAL [anda akan menemukan banyak kemiripan polah tingkah seleb di manapun juga. Di HELLywood ataupun Jakarta] menuju TATANAN DUNIA BARU  [New World Order] yang mengabdi pada Lucifer [setan yang diusir Allah dari surge].

Jadi jangan sekali-sekali kita berfikiran bahwa berbagai dunia hiburan dan para selebnya merupakan dunia yang tidak bersinergi dengan kejadian dan krisis global. Mau bukti????

Coba kita perhatikan, ketika ada kasus yang bersekala besar nasional/internasional, bisa dipastikan aka n ada berita menggemparkan dari dunia infotainmen dan intertainmen untuk mengalihkan perhatian publik dari masalah yang sebenarnya yang, pada dasarnya, dapat diselesaikan dengan baik ketika memang benar-benar ditangani secara fokus.

Tapi ya gitu deh…. Berapa orang yang mau memperhatikan masalah seperti ini. Mendingan ngegosip yuuk. Lebih enjoy lagi [Itulah Indonesia]

Inikah Wakil Rakyat?

Selebriti: Terjun ke Dunia politk? Baguslah

Saya tidak kaget apalagi pingsan dan opname [ji-jai].

Logikanya begini “ketika selebriti telah banyak mendapatkan hati dan opini positif publik, mau menjadi politikus, menteri, presiden-pun, publik akan oke-oke saja. Toh publik tidak akan berani menimbulkan perubahan, apalagi ketika setiap orang disibukan mengurusi perut yang lapar, dan bisa juga [mungkin] mendapatkan uang dari tim sukses [apa sih makna tim sukses, timnya yang sukses tapi kok selebnya yang untung]. Tiada guna publik protes [kasian deh lu. Makanya jangan bego].

Berikut adalah para seleb yang menjadi anggota DPR RI kita [salut, mereka berhasil menggunakan hak mereka dengan baik sebagai bagian dari warga yang baik]:

1. Adjie Massaid (Partai Demokrat)

2. Angelina Sondakh (Partai Demokrat)

3. Inggrid Kansil (Partai Demokrat)

4. Nurul Qomar (Partai Demokrat)

5. Ruhut Sitompul (Partai Demokrat)

6. Tere Pardede (Partai Demokrat)

7. Vena Melinda (Partai Demokrat)

8. Eko Patrio (PAN)

9. Primus Yustisio (PAN)

10. Rieke Dyah Pitaloka alias Oneng (PDIP)

11. Dedi Miing Gumelar (PDIP)

12. Nurul Arifin (Golkar)

13. Teti Kadi (Golkar)

14. Tantowi Yahya (Golkar)

15. Rachel Maryam (Gerindra)

(sumber: http://www.rujakmanis.com/category/artis-indonesia: Wow….15 Artis Telah Terjun Ke Politik. Retrieved Kamis, 14 Januari 2010].

Bacaan lebih lanjut [kalau belum dihapus dari web]:

Wow….15 Artis Telah Terjun Ke Politik di http://www.rujakmanis.com/category/artis-indonesia

Hollywood Reds are “on the Run”! oleh Myron C. Fagan

The Illuminati: The (decoded) Illuminati’s  protocols of the Learned Elders of Zions oleh Doc Marquis

Published in: on January 17, 2010 at 10:30 pm  Leave a Comment  

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Published in: on December 31, 2009 at 4:46 am  Comments (1)